sejarah yang hilang di desa watuagung

kopi susu sedengan buk....  ketika aku pesan kopi di dusun desa watuagung di pagi itu, ada yang menarik di warung ini, ketika datang seorang laki laki dengan bahasa khas orang makelar.... 😎, dialah mat cower orang sekitar memangilnya, kopi sudah datang kutuang kopi ini di lepek dan menyalakan satu batang rokok amatir gudang garam .. oO nikmat e, mengawali pembicaraan saya terkesan bengong cerita perbincangan orang orang di warung, pembahasan mistik sejarah dan legenda sampai hal yang saya tidak pernah jelas, koyoe eson tertarik dalam batin, langsung saja saya bertanya keseorang yang paling Tuah, namanya yang saya ingat SARPAN orang sekitar memangilnya, permisi cak pan.. saya mengawali dialog dg sarpan, OPO Cong... sarpan menyahuti, apa bener diwatuagung punya situs batu atau hanya nama doang, apa Masi ada situs tersebut dan apa istimewanya ??? dulunya sebelum ada nama watuagung di daerah pulau yg sekarang dinamkan pulau mengare perna disingai seorang sekelas dg membawa anjing hitam  yang tak tahu namanya ?? kata sarpan, pemukiman di pulai ini hanya ada ditempat dusun yang sekarang ada di keramat yg dekat dengan pelabuhan jaratan, yg sekarang di jenengi jaratangung... kata sarpan dg mulute mbeluk rokok Kobot lanjut sarpan ... seorang resi itu sebenarnya ingin mengasingkan diri dari gempuran duniawian dipulau ini, disaat perjalan menuju tempat persaingan nyepinya... ada seorang gadis yg kehausan, ceritanya gadis itu mencari sumber air tidak menemukan, orang orang didaerah tersebut yg hari hari diwaktu kekeringan mengadakan upacara mendatangkan hujan dengan seserahan sajen2 ditempat tempat menurut kepercayaan leluhurnya... kata sarapan dengan nada kalem, memang dulu daerah sini menganut aliran ajaran leluhur sebelum Islam datang disini... pikirku begitu dalam hati, sarpan mulai melanjutkan ceritanya.. ketika gadis itu pingsan seorang resi tersebut membawanya keatas bukit yg ada di tempat yg sekarang ada di belakang balaidesa watuagung, sang resi tidak bisa menolong... dan ucapan pasrah resi itu keluar dari mulut sucinya... BIARKAN AKU MENJADI TEMPAT MINUM BAGI ORANG YANG BANYAK, HIDUPKU TAK ADA ARTI BILAH KUHANYA MELIHAT DARI DIRIKU, BIAR AKU MENJADI MANFAAT BAGI YANG MEMBUTUKAN, dan seketika itu sang resi menjadi gentong air yang berupa batu, ketika sang resi menjadi batu gadis itu terbangun, dan melihat sumber air itu, dan memberitahukanya pada semua warga .. dan warga disekitar menamkan watu genok, saya mengaguk... Iki cerito ta dongeng, dalam hati.. loh terus kirik.e Nandi cak pan, ??? anjing ... Masi ttp disitu setia menemani tuanya... dulu sebelumnya batu itu sering dijadikan ritual ritul yang sifatnya gak pas ... untuk orang Islam yg waktu itu sudah banyak disini, tapi Masi ada yang masi percaya dengan kultur leluhur, dan kata terahir yang cak pan ucapkan... sopo sg metok asu iring ndk kunu bakalah onok rezeki gede ngadepi dewekne....  itu kata sarpan mitos yg sekarang cukup diketahui orang sekitar

Komentar